My Little Angel

My Little Angel

Thursday, October 9, 2008

Kritikan

Sejak pulang dari kegiatan Camp bersama Muda-i Vihara di Danau Lau Kawar masih ada 1 hal yang menjadi pikiran Hie. Bukan karena kesan indah dari pemandangan Lau Kawar. Tapi mengenai kelayakan daerah itu disebut sebagai daerah kunjungan wisata.
Seperti tampak pada gambar disamping, ada tulisan yang menerangkan kalau Danau Lau Kawar adalah daerah kunjungan wisata (tempat bertamasya). Foto ini diambil tepat dihari kita berkunjung kesana. Lokasi pamplet itu pas ada di depan lokasi kita berkemah.
Tapiii... kenyataannya menurut Hie, Lau Kawar belum pantas disebut sebagai daerah wisata. Karena masih banyak (sebagian) penduduk setempat yang tidak siap dengan kondisi ini! Kenapa Hie bisa berargumentasi seperti itu? Itu disebabkan Hie melihat dan merasakan langsung tanggapan (sebagian) penduduk setempat yang tidak welcome kepada turis. Bukannya Hie dan rombongan merasa itu turis loh... Cuma yang namanya pendatang, datang ke suatu daerah pasti dong harus mendapatkan sambutan yang hangat.
Disini Hie tidak sedang mengkritik kondisi jalan menuju ke Lau Kawar yang sedikit rusak, atau jalan masuk yang berlubang mirip kubangan, atau lokasi yang jorok dan banyak sampah. Melainkan masalah sambutan yang diberikan oleh masyarakat setempat.
Hie bagi sedikit cerita ya, begitu tiba sebagian Muda-i ada mencari ranting yang berserakan dan dikumpul tepat di belakang tenda. Tujuannya adalah agar malam bisa digunakan untuk membuat api unggun. Baru saja selesai dikumpulkan, datang 2 orang pemuda dan duduk didekat kumpulan kayu itu. Tanpa komentar lalu 'ngeluarin mancis dan membakar tumpukan kayu-kayu itu. Padahal dari awal mereka udah 'ngeliat kita sedang sibuk ngumpulin kayu itu, jadi gak ada alasan dong kalo mereka bilang mereka gak tau itu kayu siapa. Lah wong tumpukan kayu itu tepat ada dibelakang tenda kita. Trus 2 orang pemuda itu (yang menurut Hie "tidak berotak" itu) juga gak mikir kalo api yang ditimbulkan oleh kayu-kayu itu cukup besar dan bisa membuat tenda terbakar. Peserta camp udah pada sibuk dan ribut ke Hie. Hie bilang tenang aja, kalo mereka ganggu kita baru maju. Terus, peserta duduk sambil ngobrol. Lalu Hie keluarin pisau lipat dari tas pinggang. Sambil meraut kulit kayu yang ditangan sesekali Hie liatin 2 pemuda itu. Gak lama 2 pemuda "sinting" itu pun berlalu dari sana.
Jujur dalam hati, Hie merasa malu dengan kondisi tadi. Karena Hie adalah tipe orang yang sangat mencintai alam sekitar dan suka memperkenalkannya kepada orang lain. Hie aja yang orang lain cinta sama Lau Kawar, masa mereka yang punya kampung mala ngak?!
Sambutan yang negatif itu belum selesai sampai disitu. Setelah tenda dan dapur selesai didirikan, sebagian peserta sibuk mengambil foto disekitar Danau. Nah, disini peserta banyak mendengar omongan dengan kata-kata "hok kien" yang dipelesetin sama pemuda-pemuda setempat yang juga sedang ramai disana. Trus ada sebagian Muda-i datang ke Hie dan cerita masalah itu, Hie nasehatin mereka untuk diem aja. Hie juga bilang, biasanya orang yang suka begitu adalah orang-orang yang TIDAK BERSEKOLAH! Muda-i cuma senyum-senyum dan kembali ke pinggiran danau untuk berfoto-foto ria. Kejadian dengan kata-kata "hok kien" yang dipelesetin untuk manas-manasin kita juga terjadi saat kita lagi main lompat tali.
Menurut Hie sekarang ini udah gak jaman deh saling 'ngejek memakai bahasa suku tertentu! Lagian apa ada untungnya ya? idiiihhh... Mungkin mereka yang melakukan itu adalah orang-orang yang gak tau kalo zaman udah berubah. WOooiiiii, ini bukan zaman batu lagi! pingin banget Hie jerit begitu di telinga mereka itu!
Yang lebih parah adalah : ada begitu banyak orang yang mabuk di lokasi kita camp. Bahkan ada sebuah warung yang membuka lagu disko keras-keras! bussyettt... ini lokasi wisata ato diskotik? pikir Hie dalam hati.
Saat Hie cerita masalah ini ke supir yang notabene adalah penduduk asli, sang supir langsung mencak-mencak. "Bikin malu saja! Bagaimana kampung kita bisa maju kalo begini caranya?!" katanya dengan nada tinggi. Hie cuma bisa senyum-senyum saja sambil 'ngoper tas ke atas atas bus, karena kita semua emang udah gak betah dan mau pindah ke Sibolangit.
Tiba di Sibolangit yang udah gelap gulita dan hati penuh cemas, tapi masih mendapat sambutan hangat yang jelas sangat jauh berbeda bila dibandingkan dengan di Lau Kawar.
" Kok malam kali kalian datang anak ku...." tanya seorang ibu paruh baya ke Hie.
" Iya, tadi kita kena macet di Lau Kawar..." bohong Hie. Mana mungkin lah dijelasin kalo kita cabut dari Lau Kawar karena gak tahan liat pertunjukkan "LIAR" dari sebagian penduduk setempat.
Hie sangat berharap melalui tulisan di blog ini, ada orang-orang yang juga bisa turut perduli akan masalah ini. Kita adalah sama-sama orang Indonesia, sama-sama ingin Indonesia ini maju, sama-sama iri melihat negara lain yang pariwisatanya bisa begitu maju, seharusnya mari kita sama-sama bergandengan tangan memajukan pariwisata kita yang JAUH lebih bagus dan indah dari negara-negara lain di dunia ini!
MERDEKA!

Tuesday, October 7, 2008

Kedatangan Tamu

Tgl 01 Oktober 2008 kemarin kita kedatangan tamu dari Jakarta. Yang datang itu Cici Vie yang sulung dari Jakarta beserta suami & anaknya. Cici Vie namanya Lyn, suaminya Siong & anaknya Ian Mulya. Hehe...

Dulu waktu kita merit, mereka juga datang tapi waktu itu Ian belum mau kita dekati. Dia cuma mau dekat ama Mama & Papanya aja. Tapi kali ini, dah lain mungkin dah agak gedean kali ya. Pas Vie & Mami jemput di Airport, baru keluar aja Ian dah cerewet. Dah mau kongkou ama Vie. Senang banget dah gitu nampak perut Vie yang besar dia bilang kalo itu bola hehe... Padahal yang di dalam kan Hie Junior tapi maklum aja namanya juga anak" .....

Trus Ian pintar banget lho kecil" dah tau warna dalam B. Inggris lagi. Karena pas kita berhenti di lampu merah, Ian bilang red is stop. Hehe... Jadi Vie tanya dia jadi mau warna apa baru boleh jalan. Dengan ligat Ian pun menjawab Green ... Kalo baca one ampe ten aja gitu lancar trus pas banget Inggrisnya. Dah gitu kalo kita cerita yang dia ngak ngerti pasti ditanyanya lagi "Apa itu?" Hehe...

Cuman kali ini mereka datangnya ngak bisa lama" karena Papanya mau kerja jadi tgl 09 Oktober 2008 dah balik ke Jakarta. Kata Cici Lyn ntar kalo Imlek mau datang lagi biz mereka ngak pernah imlek di Medan. So sampe jumpa ya Ian ....

Monday, October 6, 2008

Hie di Lau Kawar



Pada tgl 1,2 Oktober yang lalu Hie beserta rombongan Muda-i Vihara HE TEK berangkat menuju ke Danau Lau Kawar, Brastagi. Kali ini Vie gak ikutan. Acara kali ini Hie cuma jadi pendamping dan penanggung jawab kegiatan. Karena untuk urusan acara sekali ini Hie serahkan ke Muda-i. Agar ada kesempatan buat mereka belajar. Ya, itung-itung nambah pengetahuan mereka lah...
Acara kali ini banyak banget suka-dukanya. Tapi nilai lebihnya ato positifnya juga sangat banyak.

Acara camping bersama ini dimulai pada tgl 1 Oktober jam 07.30 di depan Vihara HE TEK. Setelah semua berkumpul maka langsung berangkat. Tiba dilokasi semuanya begitu terpesona akan keindahan alam Danau Lau Kawar. Namun menjelang sore harinya kondisi semakin tidak menyenangkan. Karena ada beberapa pemuda setempat yang mabuk dan mulai memberi kesan yang tidak baik ke kita semua. Seperti : maksa minjem gitar, minta makanan, ganggu Muda-i yang sedang bermain, dll.

Akhirnya Hie ambil inisiatif untuk memanggil bus kembali ke lokasi Lau Kawar ini. Hie berpikir resiko bisa semakin besar bila kita tidak cepat bertindak. Emang sih Hie ada tanya-tanya ke beberapa orang disana yang ngakunya sebagai penanggung jawab keamanan dilokasi pariwisata itu. Tapi dari caranya memberi penjelasan, lebih parah dari hansip di film "suami-suami takut istri". Hie pikir, mending kita pindah lokasi camp aja. Toh lokasi camp kita yang pilih, mau pindah atau tidaknya ada ditangan kita sendiri.

Lalu Hie ajak semua peserta untuk berunding. Kesepakatannya adalah setelah dijemput oleh supir bus maka lokasi camp pindah ke Sibolangit. Bus tiba di lokasi Lau Kawar udah jam 18.22. Selama perjalanan semua jalan udah gelap. Ada sedikit rasa kuatir juga dengan kondisi peserta. Hie takut mereka capek. Tapi, TERNYATA... welehhh... welehhh... mereka semua lebih semangat dari pada Hie ^_^

Tiba di Sibolangit udah jam 20.00. Jalan udah gelap. Luar biasanya adalah semua peserta bisa memindahkan semua barang bawaannya hanya dalam 1 kali jalan, dan berjalan sejauh lebih kurang 500 meter untuk sampe di lokasi camp berikutnya. LUAR BIASA! 4 jempol buat mereka semua. Begitu nyampek, langsung mendirikan tenda lagi & masak.



Acara berikutnya adalah makan, ngobrol, tidur, bangun, ribut, makan lagi, makan terus, jerit malam, olahraga, beres-beres barang, turun ke sungai, mandi, beres-beres barang dan kumpulin sampah, sarapan, pulang deh... bye bye Sibolangit... ^_^

[ Liat foto di http://www.mudamudi-hetek.blogspot.com/]

Tuesday, September 30, 2008

Awal Liburan

Sejak tgl 29 September (semalam), STUDY A+ udah libur. Semalaman Hie dan Vie seharian cuma bermalas-malasan di rumah. Rencananya sih mau hibernasi, tapi batal berhubung gak ada turun salju di Medan. (hihihi...) Semalam Hie ada bantuin Vie yang mulai mencuci baju-baju "junior" pake bibi mesin (mesin cuci). Hie bantuin jemur dan simpan jemuran. Jadi teringat masa-masa 'ngekos dulu ;p
Hari ini Hie dan Vie bangun jam 9 pagi. (hehehe... rekor!) Abis mandi dan sarapan, Hie dan Vie kembali disibukkan memilah-milah baju "junior" yang akan dicuci. Kalo semalam itu kebanyakan adalah kain-kain, maka hari ini kebanyakan baju dan celana. Sambil dipilah-pilah yang berwarna dan yang putih, Hie sebentar-sebentar senyum-senyum sendiri. Bukan karena lagi kumat oon nya, melainkan karena lucu dan geli ngeliat baju dan celana "junior" yang kecik-kecik (kecil maksudnya) dan imut-imut itu ^_^
Oh ya, besok Hie ada dapet tugas untuk 'ngawasin Muda-i Vihara yang buat acara camping di Danau Lau Kawar, Brastagi. Kali ini Hie gak mau jadi Panitia lagi. Karena Hie mau ada regenerasi yang sehat dari Muda-i. Lagian menurut Hie semua ini ada bagusnya. Jadi langsung ketahuan mana-mana aja orang yang mau kerja dan yang tidak. Buat Mau Sen yang uda Hie anggap sebagai adik kandung sendiri, semoga pilihan sebagai Ketua Panitia bisa membuatmu cepat dewasa dan tambah bijaksana. Yang terpenting adalah: tidak membuatmu lupa diri, bangga, ataupun besar kepala!
Sebenarnya Hie berat juga untuk berangkat, karena harus ninggalin Vie di rumah (bareng Emaknya Hie). Soalnya Vie biasa selalu ikut Hie kemanapun Hie pergi. Tapi sekarang Vie kan lagi hamil, jadi gak mungkin dong ikut camping lagi. Mana sekali ini perjalanan yang ditempuh cukup jauh dan melelahkan. Tadi pagi Vie sempat minta ke Hie untuk jalan-jalan ke Gramedia. Rencananya Vie mau beli buku, biar besok gak suntuk di rumah. Mungkin habis isi blog ini Hie akan naek ke atas lalu mandi dan pergi dengan Vie. Semoga aja ketemu buku yang bagus yang Vie suka... ^_^

Friday, September 26, 2008

Bulan Puasa

Gak terasa udah hampir sebulan ini bagi umat Islam menjalankan ibadah puasanya. Sebagian murid Hie yang beragama Islam juga melaksanakannya. Kebetulan murid Hie ada yang berasal dari Al Ulum, dan mereka pindah jam belajar ke pagi. Nah, kalo pagi Hie jadi ikut puasa juga loh... (serius!) Kalo biasanya sambil ngajar selalu ada bawa botol minum, maka selama bulan puasa ini bila mengajar pagi Hie gak bawa botol minuman. Jadi sejak jam 9 pagi sampe jam 12 kurang itu Hie gak makan dan minum. (hehehe... puasa yang aneh!)

Mungkin ini salah satu bentuk solidaritas yang harus kita tunjukkan kesemua orang, walau ada sedikit perbedaan. Menurut Hie sendiri, berbeda itu indah. Coba bayangkan kalau semua orang itu sama dan gak ada bedanya. Gak kebayang deh! (hihihi...)

Hari Rabu yang lalu, Hie dan Vie ke Dokter untuk kontrol rutin (alias setoran rutin). Berat badan Vie ada turun sedikit, sekitar 1,5 kg. Setelah melalui penerawangan (USG) si Dokter mengatakan kalau kondisi "junior" sehat-sehat aja dan gak ada terpengaruh dari bobot Vie yang turun sedikit itu. Lantas kata Dokter berat "junior" udah mencapai 2,3 kg. Hie dan Vie seneng banget mendengarnya. Itu artinya jerih payah Vie untuk "rakus" tidak sia-sia (hehehe... semoga Vie gak marah kalo baca ini. hihihi...)

Tapi menurut wawancara yang Hie lakukan terhadap 1.000 orang ibu hamil, emang semua pada kuat makan saat lagi hamil. Lah ya iya lah... la wong yang makan itu 2 orang! hihihi...

Sebentar lagi bulan puasa akan berakhir. Itu artinya Hie dan Vie tinggal menunggu waktu untuk menyambut kedatangan anggota baru di rumah ini. Rasanya udah gak sabar. Karena tiap malam Hie melihat "junior" selalu giat menendang perutnya Vie. Hie jadi gak sabar ngajak "junior" untuk lari-lari (GLEK! calon Papa yang bloon)

Emang sih, Hie kadang suka lupa kalo yang namanya bayi itu musti melewati masa metamorfosis dulu, seperti : belajar balik dulu, lalu merangkak, lantas belajar jalan. (hihihi...) Maklum aja, soalnya udah lama gak jadi bayi dan emang baru pertama kali punya bayi. (hehehe...)

Bagi sebagian orang bulan puasa itu identik dengan bulan penuh rahmat. Kalo menurut Hie dan Vie itu bener sekale... Soalnya, dalam satu bulan ini Hie dan Vie menerima begitu banyak "hadiah" dari kakaknya Vie yang di Jakarta dan Paris. Mereka kirimin majalah, baju bayi, dan perlengkapan bayi.

"Thx banget ya buat ci Aling dan ci Devi..."

Hie dan Vie mau ngucapin : "Met Lebaran... Mohon Maaf Lahir dan Bathin..." buat semua teman-teman yang merayakannya.

Wednesday, September 24, 2008

Dengerin sajak yuk...

Ini salah satu muridnya Hie. Namanya Stefan, umurnya sekitar 3 tahun lebih gitu. Awal les masih PG, tapi sekarang uda TK A. Kadang kalo dia sakit, Hie suka kesepian. Abis gak ada yang bisa diledekin atau dicandain (hehehe...) Guru les yang aneh!

Untuk ngajarin satu sajak itu gak gampang loh! Karena yang namanya anak-anak suka cadel dan salah ngucap. Contohnya neh... Stefan gak bisa ucapin kata "segala", setiap ketemu kata itu pasti murid yang lain ketawa. Gimana gak ketawa kalo dari mulutnya yang mungil itu keluar kata "SE-LA-GA.." (huahahaha... meledak ketawa murid2 yang lain)

Tapi akhirnya Hie berhasil loh ngajarin Stefan ngucapin kata segala. Ini adalah untuk pertama kalinya Stefan bisa ingat kata "SE-GA-LA", setelah melalui perjuangan yang super zuper sabar dan melelahkan. (hehehe... macem betul aja...)

Met ketawa ya...

Monday, September 22, 2008

Fenomena Alam (halo)

Siang ini seperti biasa Hie antar nasi buat Vie makan siang. Waktu berangkat udah mo jam 12.00 siang. Matahari rasanya terik banget. Tapi demi tugas suci (huahaha) Hie tetap berangkat. Saat di jalan, Hie melihat semua kaca mobil kok ada tampak pelanginya. Mungkin karena hari sangat panas makanya ada pelangi, gitu pikir Hie. Nyampek di kantor Vie, setelah selesai serah terima rantang Hie langsung kabur. Soalnya jam segitu biasanya rawan macet, karena berbarengan dengan waktu makan dan jam keluar anak sekolah.


Di jalan menuju ke rumah, Hie juga masih tampak kilasan pelangi dari kaca mobil yang melintas di depan Hie. Begitu nyampek di depan rumah, ada tetangga yang lagi pegang Hape dan melihat ke atas. Mereka lalu menyuruh Hie juga liat ke atas, melihat matahari. Emang dari awal Hie uda niat begitu, pikirnya begitu buka helm langsung mau ngeliat ke arah matahari. Begitu diliat Hie terkejut, bussyettt....


Seumur-umur neh, Hie belum pernah melihat kejadian alam yang kek begini. Buru-buru Hie telepon ke Vie. Agar Vie juga melihat kejadian ini. Kejadian yang begini cuma pernah Hie liat di buku pelajaran SAINS SD, yang diberi nama halo.
Kita sebagai manusia gak tau ada apa dengan peristiwa di langit siang hari ini. Apa mungkin ini pertanda dari NYA? Kita tak pernah tau... Namun yang pasti, kita harus semakin taat dan bersyukur atas apapun yang telah diberikan oleh NYA kepada kita sebagai mahluk ciptaanNYA. Semoga saja peristiwa ini bukan pertanda yang tidak baik ya. Mari kita sama-sama berdoa...